
PASCASARJANA, www.uij.ac.id – Ketua Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU) Jember Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin, menghimbau agar proses kuliah di Pascasarjana tidak rasa SMA (Sekolah Menengah Atas). Pernyataan itu dia sampaikan saat menjadi pembicara dalam acara Stadium General Pascasarjana Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jember, Jumat (3/3) di Aula Ulum AA Kampus I.
Menurutnya, mahasiswa tidak boleh hanya mengejar ijazah ketika mengambil kuliah di Pascasarjana UIJ. Jadi, harus betul-betul mengikuti proses yang sudah di sistem oleh pengelola pascasarjana. “Jangan sampai kuliah pasca rasa sarjana, apalagi rasa SMA,” ujarnya.

Selain itu, dalam acara tersebut, tokoh Nahdlatul Ulama yang akrab di sapa Gus Aab tersebut, memberikan kuliah tentang sikap sosial Ahlussunnah Wal Jamaah dalam moderasi beragama dan keberagaman. Gus Aab menjelaskan ada empat prinsip ahlussunnah yaitu, tawassuth (pertengahan), tawazun (seimbang), tasamuh (toleransi) dan I’tidal (bersikap adil).
“Moderasi itu kalau di dalam salah satu prisip penting Ahlussunnah Wal Jamaah masuk dalam tawassuth,” jelasnya.
Tawassut yang dimaksud, lanjut dia, adalah sikap pertengahan diantara dua titik ekstrim. Dua titik ini lanjutnya, adalah ekstrim kanan (radikal) dan ekstrim kiri (liberal). “Sikap pertengahan ini diaktualisasikan dalam seluruh dimensi kehidupan kita,” pungkasnya.(*)
Reporter: Sugeng Hadi Wijaya