Universitas Islam Jember

Dekan FEBI Berharap Akreditasi MBS UIJ Mendapat yang Terbaik

Dekan FEBI, Izzul Ashlah, SE., M.Akun saat mengikuti proses penilaian oleh tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) di Ruang Pertemuan FEBI, kemarin (5/10). *Foto: Beby Alfin Naby

FEBI, www.uij.ac.id – Beberapa Hari yang lalu, Program Studi (prodi) Manajemen Bisnis Syariah (MBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Jember (UIJ) menjalankan penilaian akreditasi. Dalam kegiatan itu, Dekan FEBI, Izzul Ashlah berharap mendapat hasil yang terbaik.

Menurut dia, pihaknya telah menyiapkan segala yang diperlukan saat penilaian tersebut. Bahkan, sudah melakukan prosedur yang sesuai. Sehingga, setelah menghadapi serta mempertanggungjawabkan  borang akreditasi, berharap bisa mendapat hasil yang terbaik.

Izzul mengatakan, kegiatan tersebut merupakan penilaian prodi MBS yang pertama sejak empat tahun sebelumnya. “Dari awal, yaitu 2017 sampek tahun 2020,” ujarnya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jum’at (7/10).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua PC GP Ansor ini menjelaskan, ada sembilan kriteria standart pada penilaian akreditasi itu. Diantaranya, 1) Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi, 2) Tata Pamong, Tata Kelola, dan Kerjasama, 3) Mahasiswa, 4) Sumber Daya Manusia, 5) Keuangan, Sarana, dan Prasarana, 6) Pendidikan, 7) Penelitian, 8) Pengabdian kepada Masyarakat, dan 9) Luaran dan Capaian Tridharma. Dari masing-masing kriteria itu sudah ada yang tercapai, juga masih ada yang kurang.

Dari sembilan kriteria tersebut, lanjut dia, sudah jelas apa yang harus dilakukan. Kegiatan yang menaikkan nilai akreditasi prodi dalam suatu kampus itu sudah ada. Bahkan, hal tersebut menjadi roadmap bagi pengelola fakultas. “Melakukan kegiatan apa yang nanti mendongkrak nilai akreditasi yang lebih bagus,” lugasnya.

Selanjutnya, asesor penilaian menurut Izzul, bukan hanya sebagai penilai untuk menghukumi. Namun, sebagai mitra agar pengelola fakultas dan prodi itu mengetahui apa saja evaluasi kinerja selama empat tahun kemarin.

Ia juga menambahkan, unsur yang menjadi peran penting dalam kemajuan suatu prodi ataupun fakultasnya ialah dosen, mahasiswa dan beberapa steakholder. Sebab, dalam menyusun kurikulum dan berbagai macam yang bersangkutan dengan hal tersebut juga memerlukan masukan dari luar. “Contoh kebutuhan analisis sekarang ini kebutuhan mahasiswa lulusan ekonomi itu seperti apa,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, ia menginginkan untuk akreditasi selanjutnya yang akan dilakukan empat tahun kedepan. Fakultas dapat menyiapkan mulai sekarang, agar nilai yang didapat bisa lebih bagus. Sebab, kata Izzul, komponen akreditasi sebenarnya sangat membantu pihaknya sebagai pengelola kampus. “Indikator dan target apa yang harus dicapai bisa memudahkan pengelola prodi ataupun fakultas untuk menentukan kerja-kerja selanjutnya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, akreditasi MBS FEBI UIJ dilakukan oleh tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Dr. Ahmad Syarif Iskandar, MM dan Dr. H. Akhmad Fozan, Lc. M.Ag  secara online. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, yaitu 5-6 Oktober.(*)

Pewarta: St. Soleha
Editor: Sugeng Hadi Wijaya

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Konten dilindungi ...
0
Anda suka tulisan ini.? Silahkan komenx
()
x